Sumenep, UA Media– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh pemuda asal Kabupaten Sumenep, Madura. M. Deni Hidayatullah, mahasiswa Pascasarjana Universitas Annuqayah, berhasil meloloskan namanya dalam ajang bergengsi International Conference Santri Mendunia (ICSM) 2026 yang digelar di tiga negara: Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) resmi yang diterbitkan oleh penyelenggara Santri Mendunia, Deni, sapaan akrabnya, terpilih menjadi salah satu dari 60 peserta terbaik dari seluruh Indonesia yang berhasil lolos seleksi ketat.
Lebih membanggakan lagi, M. Deni Hidayatullah menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Sumenep yang berhasil menembus ajang internasional tersebut.
Gelar forum ilmiah bergengsi ini mempertemukan akademisi, pelajar, dan santri pilihan dari berbagai penjuru Nusantara untuk mendiskusikan peran strategis santri di era global serta membangun jejaring internasional di kawasan Asia Tenggara.
Pengelola dan Civitas Akademika Pascasarjana Universitas Annuqayah menyambut hangat pencapaian tersebut.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Pascasarjana Universitas Annuqayah, Dr. Abd. Warits, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi nasional dan internasional yang diraih oleh M. Deni Hidayatullah.
"Kami sangat bangga atas capaian M. Deni Hidayatullah. Lolos di antara 60 peserta terpilih se-Indonesia menegaskan bahwa tradisi keilmuan serta riset mahasiswa Pascasarjana Universitas Annuqayah memiliki daya saing tinggi dan mampu berkiprah di level internasional," ujarnya.
Sementara itu, M. Deni Hidayatullah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berharga ini. Menurutnya, capaian ini bukan hanya prestasi pribadi, melainkan dorongan untuk membawa nama baik almamater dan daerah.
"Ini merupakan tonggak penting, tidak hanya bagi karier akademik saya, tetapi juga bukti bahwa santri dan mahasiswa dari pesantren, khususnya Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, mampu bersaing di kancah global," ungkap Deni.
Melalui keikutsertaannya dalam International Conference Santri Mendunia di tiga negara ini, Deni berharap dapat membawa gagasan-gagasan produktif, memperluas wawasan diplomasi kebudayaan santri, serta memotivasi generasi muda Madura untuk terus berprestasi tanpa batas.
"Event internasional yang digagas oleh Santri Mendunia ini dijadwalkan berlangsung dengan serangkaian agenda kunjungan edukatif, presentasi karya/gagasan, dan diskusi lintas negara di Malaysia, Singapura, dan Thailand," pungkasnya.