Pragaan, UA Media— Mengubah wajah pesantren dari terik dan gersang menjadi kawasan ramah lingkungan menjadi misi utama yang diusung mahasiswa KKN UA Posko 08 di PP Nurur Rahmah, Pragaan Daya, Sumenep. Melalui gerakan berbasis Eco Green, tim mahasiswa tidak hanya menghijaukan area sekitar, tetapi juga menginisiasi pendirian Bank Sampah khusus botol plastik demi menumbuhkan budaya sadar lingkungan bagi para santri.
Inisiatif ini lahir dari pengamatan lapangan mahasiswa saat melihat kondisi fisik pesantren yang minim pepohonan peneduh serta penanganan limbah plastik yang belum terkelola secara optimal. Lingkungan yang panas kerap memengaruhi kenyamanan belajar, sementara potensi sampah organik maupun anorganik belum termanfaatkan dengan baik.
Lewat kolaborasi aktif bersama santri, aksi penanaman bibit pohon peneduh langsung direalisasikan di sudut-sudut strategis pesantren. Tak berhenti di situ, edukasi ekologis juga diperkuat melalui pemasangan papan informasi mengenai rentang waktu penguraian sampah di alam, serta pengumpulan limbah botol plastik terpadu agar memiliki nilai pemanfaatan kembali.
Program unggulan ini dirancang secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada pembenahan estetika kawasan, tetapi juga pada tata kelola limbah padat dan edukasi ekologis berkelanjutan bagi para santri.
"Kami melihat potensi besar di pesantren ini. Sayangnya, udara terasa sangat panas dan gersang karena kurangnya vegetasi hijau. Melalui aksi penghijauan ini, kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang lebih sejuk, asri, dan nyaman. Pohon-pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi kenyamanan untuk generasi santri di masa depan," jelas Hayyisah selaku Ketua Posko 08 KKN UA, Jum’at (18/9)
Terik matahari dan minimnya pepohonan peneduh sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi kenyamanan aktivitas belajar-mengajar para siswa-siswi di PP Nurur Rahmah. Menjawab kondisi tersebut, aksi utama dari gerakan Eco Green diawali dengan penghijauan kawasan pesantren.
Proses kegiatan dimulai dari pemetaan area yang memerlukan peneduh, pembersihan lahan, hingga pembuatan lubang tanam. Mahasiswa KKN Posko 08 bersama para santri bergotong royong menanam berbagai jenis bibit pohon peneduh dan tanaman hijau di titik-titik strategis area pesantren.
"Kami melihat potensi besar di pesantren ini. Sayangnya, udara terasa sangat panas dan gersang karena kurangnya vegetasi hijau. Melalui aksi penghijauan ini, kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang lebih sejuk, asri, dan nyaman," katanya.
Pelopor Bank Sampah Botol Plastik
Selain masalah minimnya penghijauan, pengelolaan sampah plastic khususnya botol minuman sekali pakai juga menjadi perhatian serius. Sebagai solusi aplikatif, Posko 08 meluncurkan program unggulan kedua, yakni pembentukan Bank Sampah Botol Plastik.
Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa mengedukasi para santri mengenai tata cara pemilahan sampah langsung dari sumbernya. Botol-botol plastik bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah liar, kini dikumpulkan pada tempat penampungan khusus yang dirancang oleh tim KKN.
Melalui sistem bank sampah ini, limbah botol plastik yang terkumpul akan dikelola secara berkala, didaur ulang, atau disalurkan ke pengumpul sampah terorganisir sehingga memiliki nilai guna.
Papan Slogan Edukasi Durasi Penguraian Sampah
Melengkapi dua aksi fisik di atas, mahasiswa KKN UA Posko 08 juga membuat media edukasi visual berupa papan slogan yang dipasang di area-area strategis pesantren.
Papan edukasi ini memuat rincian informasi mengenai skala waktu dan durasi yang dibutuhkan oleh berbagai jenis limbah untuk terurai secara alami di dalam tanah. Mulai dari sampah organik yang terurai dalam hitungan minggu, hingga botol plastik dan kantong kresek yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun.
Pemasangan papan edukasi ini bertujuan untuk memberikan stimulasi visual harian (daily reminder) agar para santri lebih bijak dalam mengonsumsi produk kemasan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
"Media visual ini menjadi pengingat harian (daily reminder) bagi adik-adik santri. Ketika mereka tahu bahwa satu botol plastik butuh waktu hingga 450 tahun untuk terurai di tanah, mereka akan berpikir dua kali sebelum membuang sampah sembarangan atau menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan," tambah salah satu anggota Posko 08.
Rencana dan Harapan Masa Depan
Pihak pengasuh, ustadz, dan pengurus PP Nurur Rahmah menyambut hangat seluruh rangkaian kegiatan ini. Kehadiran program Eco Green dinilai bukan sekadar agenda formalitas KKN, melainkan sebuah pijakan awal bagi perubahan budaya di lingkungan pesantren.
Keberhasilan rangkaian program Eco Green, Bank Sampah Botol Plastik, serta edukasi penguraian sampah ini menjadi bukti nyata komitmen KKN UA Posko 08 dalam membawa dampak positif bagi masyarakat. Inisiatif ini diharapkan tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKN, melainkan terus dilanjutkan oleh pihak pesantren sehingga PP Nurur Rahmah dapat melahirkan generasi santri yang mandiri, peduli, dan berwawasan lingkungan di masa depan.