Perkuat Tata Kelola Sampah Berkelanjutan, KKN Posko 34 Bangun TPS dan Rocket Stove di Ponpes Nurul Jadid

Ganding, UA Media- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 34 menyelesaikan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan rocket stove di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Kamis (10/9/2026).

Pembangunan yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga 10  September tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN UA Posko 34 dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan karena meskipun lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid telah terjaga kebersihannya melalui kegiatan kebersihan rutin, pesantren masih belum memiliki fasilitas TPS dan tempat pembakaran sampah yang dapat digunakan secara khusus untuk mendukung pengelolaan sampah.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UA Posko 34 menjadikan pembangunan TPS dan rocket stove sebagai salah satu program unggulan. Program ini diarahkan untuk menyediakan fasilitas yang dapat membantu menata proses penampungan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Tahap awal pembangunan dimulai pada 1 September 2026. Mahasiswa KKN melakukan persiapan mulai dari menentukan lokasi, mempersiapkan material, hingga mengatur kebutuhan pengerjaan pembangunan. Setelah tahap persiapan selesai, pembangunan dilakukan secara bertahap. Mahasiswa KKN terlibat langsung dalam pengerjaan di lapangan, mulai dari penyiapan area hingga proses pembangunan konstruksi TPS dan rocket stove.

Dalam proses pengerjaannya, mahasiswa KKN UA Posko 34 mendapatkan bantuan dari Persatuan Alumni Nurul Jadid (PANJI). Bantuan tersebut diberikan selama proses pembangunan berlangsung, sehingga pengerjaan di lapangan dapat dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan kebutuhan.

Keterlibatan PANJI dalam proses pembangunan menjadi salah satu bentuk dukungan alumni terhadap kegiatan mahasiswa KKN di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sementara itu, pelaksanaan program dan pengerjaan pembangunan tetap menjadi bagian dari program kerja KKN UA Posko 34.

Koordinator KKN UA Posko 34 Khoiratul Ummah menyampaikan bahwa pembangunan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

“Kami melihat lingkungan Nurul Jadid sudah cukup bersih karena kegiatan kebersihan dilakukan secara rutin. Namun, masih diperlukan fasilitas khusus untuk penampungan dan pengelolaan sampah. Karena itu, kami menjadikan pembangunan TPS dan rocket stove sebagai salah satu program unggulan KKN,” ujarnya.

Selama proses pembangunan, mahasiswa KKN bersama pihak yang membantu di lapangan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap hingga fasilitas tersebut dapat diselesaikan pada 10 September 2026.

“TPS yang dibangun diharapkan dapat menjadi tempat penampungan sementara sampah sebelum dilakukan pengelolaan lebih lanjut. Sementara itu, rocket stove disiapkan sebagai bagian dari fasilitas pengelolaan sampah melalui pembakaran pada tempat yang telah disediakan” ujar khoiratul ummah

Pembangunan TPS dan rocket stove juga tidak berdiri sendiri. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kepedulian lingkungan KKN UA Posko 34 di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sejumlah kegiatan lain turut dilaksanakan, seperti penyediaan tempat sampah di titik-titik strategis, edukasi pemilahan sampah, pelatihan pengelolaan sampah plastik, seminar lingkungan, serta penanaman tanaman TOGA.

Bagi mahasiswa KKN UA Posko 34, pembangunan TPS dan rocket stove diharapkan tidak berhenti setelah fasilitas selesai dibangun. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh pihak pesantren sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mendukung pengelolaan sampah secara lebih tertata.

Pembangunan yang berlangsung selama 1–10 September tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKN UA Posko 34 dalam mendukung kebutuhan lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dengan adanya fasilitas penampungan dan pengelolaan sampah, upaya menjaga lingkungan pesantren yang selama ini telah berjalan diharapkan dapat semakin didukung oleh sarana yang memadai.