KKN Posko 07 Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Daun Pandan dan Jeruk Nipis

Sumenep, UA Media — Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah (UA) Posko 07 kembali melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring menggunakan daun pandan dan jeruk nipis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, di PP. Tarbiyatul Islamiyah, Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari siswa MTs Tarbiyatul Islamiyah dan SMK Miftahul Ulum.

Ketua KKN Posko 07 UA Faidatur Rohmah mengatakan melalui pelatihan ini peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung salah satu bentuk pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di sekitar.

“Mahasiswa KKN memperkenalkan daun pandan dan jeruk nipis sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan sabun cuci piring. Kedua bahan tersebut dipilih karena cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna,” katanya.

Menurutnya, peserta tidak hanya melihat proses pembuatannya, tetapi juga ikut terlibat dalam praktik. Mahasiswa KKN memberikan arahan mengenai tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pencampuran bahan-bahan yang digunakan. Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok agar dapat mengikuti praktik dengan lebih mudah.

“Kegiatan berlangsung dengan sangat antusias. Para peserta terlihat mengikuti setiap tahapan dan mencoba membuat sabun secara langsung yang didampingi oleh mahasiswa KKN. Dari kegiatan tersebut, berhasil dihasilkan 15 botol sabun cuci piring dengan ukuran masing-masing 450 ml,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memanfaatkan bahan yang ada di sekitar. Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, keterampilan tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KKN UA Posko 07 dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga keterampilan yang bisa dipraktikkan. Dengan adanya kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.