Sehat Tanpa Kimia

AMBUNTEN-Rabu (2/08), mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif INSTIKA 2017 Posko XLI Desa Campor Barat Kecamatan Ambunten melaksanakan “Penyuluhan Kesehatan.” Penyuluhan tersebut dilaksanakan di rumah ibu kepala desa dengan menghadirkan ±40 pesera yang meliputi tiga dusun di Desa Campor Barat. Mayoritas yang hadir dalam penyuluhan kesehatan tersebut adalah ibu-ibu PKK. Penyuluhan tersebut diisi oleh pengurus Pos Kesehatan Pesantren(POSKESTREN) Pondok pesantren Annuqayah.

Qurratul Aini sebagai Ketua Posko XLI dalam sambutannya menyampaiakan bahwa  penyuluhan kesehatan ini merupakan salah satu program kerja KKN riset partisipatif INSTIKA 2017 posko XLI desa Campor Barat. Kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan memberi arahan kepada masyarakat tentang bagaimana cara menjaga kesehatan tanpa menkonsumsi obat-obatan kimia dan makanan siap saji. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengobatan secara tradisional seperti halnya bekam dan akupuntur.

Nurul Fitriyah sebagai salah seorang pengurus POSKESTREN menyampaikan bahwa makanan merupakan sumber energi bagi tubuh sehingga semua organ tubuh dapat berfungsi secara optimal. Pola makan yang sehat dapat menjadikan tubuh kita mejadi sehat. Demikian pula  sebaliknya jika pola makan tidak sehat maka tubuh kita akan rentan terhadap berbagai penyakit. Banyaknya makanan yang kita konsumsi harusnya seimbang antara jumlah makanan yang masuk dan energi yang kita keluarkan. Jenis makan yang kita konsumsi hendaknya mempunyai proporsi yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemaknya.

Penyajian penyuluhan kesehatan kemudian dilanjutkan oleh Suaibatul Islamiyah yang menjelaskan bahwa dengan mengonsumsi obat-obatan kimia secara terus menerus dapat menimbulkan efek yang tidak baik. Salah satu cara menghindari pemakain obat-obatan kimia adalah dengan cara melakukan akupuntur atau bekam. Dalam praktek akupuntur seorang terapis menargetkan beberapa titik di tubuh. Hal ini didasarkan pada kepercayaan Tiongkok yang menyebutkan akan adanya aliran energi yang dikenal dengan sebutan Qi. Penyakit bisa muncul jika aliran Qi terhambat. Lewat penusukan di titik-titik tertentu, akupuntur bias menjadi salah satu terapi untuk melancarkan aliran Qi sekaligus mengobati berbagai penyakit.

Bekam adalah tehnik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor atau racun yang berbahaya dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Jika dilihat sekilas memang menyeramkan karena kelihatan terjadi pendarahan di bawah kulit. Padahal sebenarnya tidak seseram itu. Dalam terapi bekam, darah yang diambil adalah darah didermis (kulit jangat) dan bukan dari pembuluh darah.

Kemudian selanjutnya petugas POSKESTREN langsung menindak lanjuti masyarakat dengan keluhan masing-masing. Dengan cara dibekam atau akupuntur sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara gratis. Setelah bekam dan akupuntur selesai MC menutup acara dengan pembacaanKafaratul Majlis (Evadatus Saadah/Posko XLI, Campor Barat)